Dalam rangka persiapan pengajuan akreditasi program studi, setiap program studi dilingkungan perguruan tinggi mempersiapkan evaluasi diri yang didasarkan pada Evaluasi Program Studi Berdasarkan Evaluasi Diri. Evaluasi diri program studi terdiri dari komponen-komponen evaluasi sesuai dengan pedoman penyususunan evaluasi diri akreditasi program sarjana (Buku IV) Departemen Pendidikan Nasional diantaranya adalah :

1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Program Studi.

2. Tata Pamong dan Kepemimpinan.

3. Sistem Pengelolaan.

4. Penjaminan Mutu.

5. sistem Informasi.

6. Mahasiswa dan Lulusan.

7. Sumber Daya Manusia.

8. Kurikulum, Pembelajaran dan Suasana Akademik.

9. Pembiayaan, Sarana dan Prasarana.

10. Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama.

Semua komponen tersebut diatas merupakan tolok ukur bagi Program Studi untuk memperoleh status terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).  Mengacu pada buku panduan Evaluasi Diri Program Studi, rasionalisasi evaluasi diri dalam penyelenggaraan pendidikan adalah sebagai berikut :

Dalam rangka akreditasi program studi yang bertujuan, terutama untuk menilai dan memberikan jaminan mutu program dan satuan pendidikan tinggi (quality assessment and assurance), evaluasi-diri yang merupakan evaluasi internal pada program dan satuan pendidikan tinggi (programn studi dan perguruan tinggi), adalah langkah pertama yang hasilnya dapat digunakan untuk berbagai maksud. Hasil evaluasi-diri dapat digunakan  untuk memutakhirkan pangkalan data program studi dan perguruan tinggi dalam bentuk profil yang komprehensif, perencanaan, strategi pengembangan dan perbaikan program studi secara berkelanjutan, penjaminan mutu internal program studi dan perguruan tinggi, dan untuk mempersiapkan evaluasi eksternal atau akreditasi.

Bagi beberapa program studi/perguruan tinggi, evaluasi-diri merupakan sesuatu yang baru, belum pernah dilaksanakan, bahkan belum difahami. Sementara itu, banyak program studi/perguruan tinggi yang telah pernah bahkan sering melakukan evaluasi-diri untuk berbagai maksud. Bagi beberapa program studi/perguruan tinggi, evaluasi-diri telah menjadi agenda berkelanjutan, dan telah menjadi “budaya” dalam kehidupan akademiknya. Sistem dan prosedur evaluasi-diri yang telah dilaksanakan itu kadang-kadang berbeda satu dengan yang lainnya, bergantung kepada keperluan yang dirasakan sendiri oleh perguruan tinggi, atau kepada hal-hal yang dipersyaratkan oleh masing-masing pihak yang meminta laporan evaluasi-diri perguruan tinggi atau program studi.

Perbedaan itu mungkin karena isi atau karena prosedur yang dianut oleh perguruan tinggi atau yang dituntut oleh pihak yang berkepantingan. Perguruan tinggi yang telah biasa melakukan evaluasi-diri, pada umumnya memiliki panduan evaluasi-diri sendiri. Namun demikian, sepanjang berkaitan dengan akreditasi program studi/perguruan tinggi yang dilakukan oleh BAN-PT, prosedur dan isi evaluasi-diri itu ditata oleh BAN-PT. Ini tidak berarti bahwa evaluasi-diri yang diminta oleh BAN-PT dilakukan tersendiri di luar evaluasi diri yang telah biasa dilakukan program studi/perguruan tinggi. Hasil evaluasi-diri yang telah biasa dilakukan program studi/perguruan tinggi itu dapat digunakan untuk menyusun laporan evaluasi-diri yang diminta oleh BAN-PT.

BAN-PT menempatkan evaluasi-diri itu sebagai salah satu aspek dalam keseluruhan daur akreditasi, dan menempatkannya dalam posisi yang sangat penting, yaitu sebagai suatu langkah yang mendahului pemberian informasi dan data akreditasi dari program studi/perguruan tinggi kepada BAN-PT, sehingga hasil evaluasi-diri itu dapat merupakan bahan untuk mengisi borang akreditasi dan atau menyusun portfolio akreditasi, serta dapat digunakan sebagai bahan yang disediakan pada saat dilakukan asesmen lapang oleh BAN-PT di tempat program studi/perguruan tinggi. Naskah ini merupakan Pedoman Evaluasi-diri Program Studi yang terkait dengan akreditasi yang dilakukan oleh BAN-PT.