Skip to content

Migunani

Flying With The Wind Wing

Archive

Archive for April, 2009

PEMILIHAN METODE ASSESMENT DALAM MATAKULIAH PENERBITAN DAN PEMROGRAMAN WEB MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

ABSTRAK

Tulisan ini membahas bagaimana melakukan metode assesment atau penilaian terhadap studi mahasiswa dalam matakuliah penerbitan dan pemrograman web menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan metode untuk memperoleh solusi terbaik dari beberapa alternatif solusi yang ada dengan memanfaatkan perbandingan menurut pasangan (pairwise comparison) sebagai dasar dalam menetapkan pilihan. Dengan prinsip dekomposisi (decomposition) maka persoalan yang utuh akan dipecah menjadi unsur-unsur persoalan yang lebih sederhana sehingga menjadi lebih terstruktur. Kemudian dilakukan studi komparatif (comparative judgement) yaitu nilai kepentingan relatif dari dua komponen pada tingkat tertentu yang berkaitan dengan elemen tingkat pada level diatasnya. Langkah berikutnya dengan menentukan prioritas (priority judgement) melalui matriks pairwise comparison, sehingga dapat ditentukan nilai eigenvectornya. Dengan metode ini seorang pengajar akan terbantu dalam menetapkan metode yang tepat untuk melakukan assesment atau penilaian hasil belajar, sehingga hasil assesment sesuai dengan kriteria-kriteria objektif yang didasarkan atas kompetensi yang diharapkan dalam matakuliah penerbitan dan pemrograman web.

Kata kunci : Assesment, Penerbitan Dan Pemrograman Web, Analytical Hierarchy Process.
continue reading…

1.2.2. Model Proses Microsoft Solution Framework (MSF).

Model ini menggabungkan dua macam model proses terdahulu dengan menerapkan prinsip-prinsip terbaik dari masing-masing model yaitu pada model waterfall dimana titik transisi yang jelas pada setiap tahap pengembangan sistem, maka akan memudahkan tim pengembang perangkat lunak dalam memonitor penjadwalan proyek, menetapkan tanggung jawab dan akuntabilitas peran personal dalam proyek perangkat lunak, sedangkan pada model spiral berbasiskan pada kebutuhan keberlanjutan untuk menyaring kebutuhan-kebutuhan sistem dan estimasi proyek secara keseluruhan. Selain itu model ini menerapkan perancangan model proses yang lebih dinamis dengan terus beradaptasi terhadap kebutuhan proses bisnis dimasa yang akan datang sehingga aplikasi memiliki versi yang berbeda dengan fitur-fitur yang mengalami peningkatan dari waktu kewaktu.

Model proses Microsoft Solution Framework akan menguraikan urutan aktivitas untuk membangun dan menyebarkan solusi perusahaan (enterprise), fleksibel dan dapat mengakomodasi pengembangan dan desain yang luas, berbasiskan fase (tahapan) seperti pada model waterfall, dan diterapkan untuk pengembangan perangkat lunak dengan versioning.

Model proses MSF memiliki tahapan-tahapan yang berbeda dengan model proses waterfall dan spiral. MSF mengenal lima tahapan yang disebut dengan Envisioning Phase, Planning Phase, Developing Phase, Stabilizing Phase, dan Deploying Phase. Pada setiap phase merupakan tahapan-tahapan yang berbeda dan mencapai kulminasi pada sebuah milestone dan mengasilkan derivelable.

continue reading…

PENGANTAR MODEL PROSES PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK

1.1.  Pendahuluan.

Dalam pengembangan sebuah perangkat lunak dibutuhkan suatu metodologi yang akan memandu tim pengembang dalam merancang perangkat lunak. Perancangan dimulai dengan menetapkan kebutuhan perangkat lunak tersebut sampai pada implementasi dan penyebaran atau distribusi.

Prinsip-prinsip perancangan perangkat lunak menjadi basis proses rekayasa aplikasi bisnis telah banyak di terapkan. Dimana sebuah metodologi merupakan kerangka pijakan utama dalam perancangan perangkat lunak profesional untuk menghasilkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis sebuah organisasi. Tahapan-tahapan dalam membangun sebuah perangkat lunak akan sangat berguna untuk memastikan apakah elemen-elemen proyek pengembangan perangkat lunak telah dikelola dengan baik dan benar.

Microsoft Solution Framework (MSF) merupakan metodologi alternatif perancangan perangkat lunak yang menggabungkan dua metodologi yang berbeda menjadi satu kesatuan yang utuh untuk menghasilkan sebuah solusi perangkat lunak yang lebih dinamis dengan mengadopsi kelebihan dari masing-masing metodologi. Kedua metodologi tersebut adalah Waterfall dan Spiral. Metodologi Waterfall menggambarkan sebuah model proses yang statis dengan tahapan-tahapan berlapis yang menggunakan sebuah milestone sebagai transisi pada setiap tahap perancangan, sementara metodologi Spiral (iterative) menerapkan model proses secara sirkular tanpa adanya cekpoint atau milestone. Namun kelebihan metodologi spiral adalah mengenai kebutuhan pengembangan secara keberlanjutan dan adanya keterlibatan pemakai dalam pembangunan perangkat lunak sehingga perangkat lunak akan selalu berkembang dengan versi dan fitur yang lebih baru.

Keberhasilan pengembangan perangkat lunak bergantung pada pengelolaan proyek perangkat lunak secara keseluruhan. Menetapkan sebuah metodologi yang memiliki dinamisasi tinggi dalam tahap-tahap perancangan model proses perangkat lunak akan sangat berpengaruh pada kualitas perangkat lunak yang dihasilkan. Model proses merupakan tahap-tahap aktivitas proyek yang menggambarkan daur hidup suatu proyek. Microsoft Solution Framework (MSF) adalah metodologi perancangan dan pengembangan aplikasi bisnis yang diperkenalkan oleh sebuah vendor software besar yaitu Microsoft Corporation. Prinsip-prinsip pengembangan perangkat lunak dengan metodologi MSF memiliki perencanaan berbasis milestone (model waterfall), dan memberikan hasil yang dapat diprediksi (model spiral/iterative) disertai umpan balik dan kreativitas dari tim pengembang.

continue reading…