Skip to content

Migunani

Flying With The Wind Wing

Archive

Category: Artikel

Virus yang pertama kali muncul di dunia ini bernama Elk Cloner lahir kira-kira tahun 1981 di TEXAS A&M. Menyebar melalui disket Apple II yang ada operating systemnya. Sang perusak ini mendisplay pesan di layar : “It will get on all your disks-It will infiltrate your chips–yes it is Cloner!-It will stick to you like glue-It will modify RAM too-send in the Cloner!”

Nama “Virus” itu sendiiri baru diberkan setelah 2 tahun kelahirannya oleh Len Adleman pada 3 November 1983 dalam sebuah seminar yang ngebahas cara membuat virus and memproteksi diri dari virus. Tapi orang-orangorang sering menganggap bahwa virus yang pertama kali muncul adalah virus [Brain] yang justru lahir tahun 1986. Wajar aja, soalnya virus ini yang paling menggemparkan dan paling meluas penyebarannya karean menjalar melalui disket DOS yang waktu itu lagi ngetrend. Lahirnya juga bersamaan dengan [PC-Write Trojan] dan [Vindent]

continue reading…

Cookies merupakan file teks yang ditulis oleh browser ke dalam komputer client yang berisi informasi yang dikirimkan oleh server. Cookies dirancang agar hanya dapat dibaca oleh situs web yang menciptakanya. Cookies terdiri dari pasangan nama dan nilai yang disebut piece data, cookies juga bukan merupakan program sehingga tidak dapat melakukan apapun. Informasi didalam cookies yang telah disimpan pada komputer client selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh server situs web untuk mengidentifikasikan client ketika mengunjung server yang membuat cookies. Cookies memiliki tanggal kedaluarsa sehingga ketika cookies kadaluarsa maka cookies akan diperbaharui. continue reading…

PEMILIHAN METODE ASSESMENT DALAM MATAKULIAH PENERBITAN DAN PEMROGRAMAN WEB MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

ABSTRAK

Tulisan ini membahas bagaimana melakukan metode assesment atau penilaian terhadap studi mahasiswa dalam matakuliah penerbitan dan pemrograman web menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan metode untuk memperoleh solusi terbaik dari beberapa alternatif solusi yang ada dengan memanfaatkan perbandingan menurut pasangan (pairwise comparison) sebagai dasar dalam menetapkan pilihan. Dengan prinsip dekomposisi (decomposition) maka persoalan yang utuh akan dipecah menjadi unsur-unsur persoalan yang lebih sederhana sehingga menjadi lebih terstruktur. Kemudian dilakukan studi komparatif (comparative judgement) yaitu nilai kepentingan relatif dari dua komponen pada tingkat tertentu yang berkaitan dengan elemen tingkat pada level diatasnya. Langkah berikutnya dengan menentukan prioritas (priority judgement) melalui matriks pairwise comparison, sehingga dapat ditentukan nilai eigenvectornya. Dengan metode ini seorang pengajar akan terbantu dalam menetapkan metode yang tepat untuk melakukan assesment atau penilaian hasil belajar, sehingga hasil assesment sesuai dengan kriteria-kriteria objektif yang didasarkan atas kompetensi yang diharapkan dalam matakuliah penerbitan dan pemrograman web.

Kata kunci : Assesment, Penerbitan Dan Pemrograman Web, Analytical Hierarchy Process.
continue reading…

1.2.2. Model Proses Microsoft Solution Framework (MSF).

Model ini menggabungkan dua macam model proses terdahulu dengan menerapkan prinsip-prinsip terbaik dari masing-masing model yaitu pada model waterfall dimana titik transisi yang jelas pada setiap tahap pengembangan sistem, maka akan memudahkan tim pengembang perangkat lunak dalam memonitor penjadwalan proyek, menetapkan tanggung jawab dan akuntabilitas peran personal dalam proyek perangkat lunak, sedangkan pada model spiral berbasiskan pada kebutuhan keberlanjutan untuk menyaring kebutuhan-kebutuhan sistem dan estimasi proyek secara keseluruhan. Selain itu model ini menerapkan perancangan model proses yang lebih dinamis dengan terus beradaptasi terhadap kebutuhan proses bisnis dimasa yang akan datang sehingga aplikasi memiliki versi yang berbeda dengan fitur-fitur yang mengalami peningkatan dari waktu kewaktu.

Model proses Microsoft Solution Framework akan menguraikan urutan aktivitas untuk membangun dan menyebarkan solusi perusahaan (enterprise), fleksibel dan dapat mengakomodasi pengembangan dan desain yang luas, berbasiskan fase (tahapan) seperti pada model waterfall, dan diterapkan untuk pengembangan perangkat lunak dengan versioning.

Model proses MSF memiliki tahapan-tahapan yang berbeda dengan model proses waterfall dan spiral. MSF mengenal lima tahapan yang disebut dengan Envisioning Phase, Planning Phase, Developing Phase, Stabilizing Phase, dan Deploying Phase. Pada setiap phase merupakan tahapan-tahapan yang berbeda dan mencapai kulminasi pada sebuah milestone dan mengasilkan derivelable.

continue reading…